
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat(28/8) ketika investor memilih menahan posisi menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Spot gold turun sekitar 0,1% ke US$4.594,61 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka AS melemah 0,4% ke sekitar US$4.647,20.
Koreksi ini terjadi setelah emas pada Selasa sempat menyentuh US$4.696,18, level tertinggi lebih dari tiga bulan. Reli sebelumnya didorong oleh langkah Departemen Keuangan AS mendukung pasar obligasi tenor panjang yang menekan yield dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal serta nilai dolar.
Tekanan terhadap emas bertambah setelah sejumlah pejabat Fed mempertahankan nada hawkish di Jackson Hole. Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack kembali menyatakan suku bunga mungkin perlu dinaikkan untuk mengendalikan tekanan inflasi.
Nada tersebut semakin diperhatikan setelah data PCE menunjukkan inflasi tahunan AS masih berada di sekitar 3,7% pada Juli, jauh di atas target 2% The Fed. Pasar kini memperhitungkan sekitar 36% peluang kenaikan suku bunga pada September, sementara kemungkinan kenaikan sebelum akhir tahun mencapai sekitar 74%.
Semua perhatian kini tertuju pada Warsh. Pasar akan mencari petunjuk apakah Ketua Fed tersebut lebih menekankan risiko inflasi dan membuka pintu rate hike, atau justru menyoroti perlambatan ekonomi dan memilih mempertahankan suku bunga. Perubahan bahasa Warsh berpotensi langsung memengaruhi dolar, yield Treasury, dan pergerakan emas.
Analisis Newsmaker: gold saat ini berada dalam posisi wait and see dengan bias jangka pendek sedikit tertekan. Area US$4.580–US$4.600 menjadi support penting, sementara US$4.650–US$4.700 masih menjadi resistance. Jika Warsh tampil hawkish, penguatan dolar dan yield dapat menekan emas lebih dalam. Sebaliknya, sikap yang lebih netral atau dovish dapat membuka peluang rebound dan membawa gold kembali menguji area US$4.700.(YDS)
Sumber: Newsmaker.id