
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali bergerak positif menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Berdasarkan pembaruan terbaru, gold berada sekitar US$4.608,9 per troy ons atau menguat sekitar 0,33% pada perdagangan Kamis (27/8), setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam dari area tertinggi tiga bulan. Sepanjang sebulan terakhir, emas masih mencatat reli sekitar 14,4%.
Pergerakan gold tetap ditopang oleh kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Langkah Departemen Keuangan AS memperbesar buyback obligasi tenor panjang kembali menghidupkan narasi debasement trade, ketika investor memilih emas sebagai perlindungan terhadap tingginya utang pemerintah, risiko pelemahan dolar, dan potensi menurunnya kepercayaan terhadap aset denominasi dolar.
Namun, tekanan dari inflasi belum hilang. Data terbaru menunjukkan PCE headline Juli bertahan di 3,7% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibanding perkiraan 3,6%, sedangkan Core PCE berada di 3,3%. Secara bulanan, headline dan core sama-sama naik 0,2%. Angka tersebut menunjukkan inflasi masih jauh di atas target Fed sebesar 2% sehingga peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya tertutup.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 34%–38%, sementara probabilitas kenaikan sebelum akhir tahun masih di atas 70%. Yield Treasury 10 tahun juga kembali naik tipis ke sekitar 4,67%, sehingga membatasi ruang penguatan emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa bunga.
Katalis terpenting berikutnya adalah pidato perdana Kevin Warsh sebagai Ketua Fed di Jackson Hole pada Jumat. Pasar akan mencari petunjuk apakah Warsh lebih menekankan inflasi yang masih tinggi atau memilih menahan diri dari memberi sinyal rate hike September. Sikap Warsh menjadi semakin penting karena ia sebelumnya cenderung menghindari forward guidance yang terlalu jelas.
Analisis Newsmaker: fundamental emas saat ini masih bullish-konsolidatif, tetapi volatilitas berpotensi meningkat tajam saat Warsh berbicara. Area US$4.600 menjadi level psikologis penting; selama mampu bertahan, gold masih memiliki peluang menuju US$4.650 hingga US$4.700. Sebaliknya, jika Warsh menegaskan kesiapan Fed menaikkan suku bunga karena PCE masih tinggi, dolar dan yield berpotensi menguat sehingga gold dapat kembali menguji US$4.580–US$4.550. Untuk saat ini, Warsh menjadi penentu apakah reli emas berlanjut atau kembali mengalami koreksi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id