
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak bergerak melemah pada perdagangan Senin (7/9), dengan XAG/USD turun sekitar 0,79% ke area US$65,70 per troy ounce. Tekanan terhadap logam putih meningkat setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan kembali mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan menopang dolar AS.
Data Non-Farm Payrolls menunjukkan ekonomi AS menambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56.000. Tingkat pengangguran tetap bertahan di 4,1%, sementara pertumbuhan upah rata-rata per jam secara tahunan sedikit melambat menjadi 3,1% dari 3,2% sebelumnya. Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat untuk memungkinkan The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi menjadi faktor negatif bagi perak karena logam mulia tersebut tidak memberikan bunga atau imbal hasil. Pada saat yang sama, ekspektasi kenaikan bunga cenderung mendukung dolar AS, sehingga membuat perak yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Namun, arah kebijakan The Fed masih bergantung pada perkembangan data inflasi. Gubernur The Fed Christopher Waller sebelumnya mengatakan dirinya akan mendukung suku bunga tetap tidak berubah jika indikator berikutnya menunjukkan tekanan inflasi terus mereda. Karena itu, perhatian investor kini beralih ke data Producer Price Index pada Kamis dan Consumer Price Index pada Jumat.
Risiko geopolitik juga tetap menjadi faktor penting. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz meningkat setelah pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran, sementara Iran mengatakan telah menargetkan sejumlah kapal sebagai balasan. Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Kenaikan harga energi akibat ketegangan Hormuz dapat memperkuat tekanan inflasi dan membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Namun, eskalasi geopolitik juga dapat mendorong permintaan aset safe haven, sehingga membantu membatasi penurunan perak.
Analisa Newsmaker: perak saat ini berada dalam tarik-menarik antara tekanan suku bunga tinggi dan dukungan dari permintaan safe haven. Selama ekspektasi kenaikan bunga The Fed tetap kuat dan dolar bertahan tinggi, ruang penguatan silver cenderung terbatas. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menahan penurunan lebih dalam. Data PPI dan CPI AS pekan ini akan menjadi katalis utama untuk menentukan arah perak berikutnya. (arl)
Sumber: Newsmaker.id