Saham Jepang Tertekan, Aksi Jual Teknologi Makin Dalam
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, tertekan aksi jual besar di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 turun 2,12 persen ke level 68.257 dan mencatat posisi terendah dalam tiga pekan. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas melemah 0,97 persen ke level 4.062.
Sentimen regional ikut memburuk setelah saham Samsung Electronics di Korea Selatan sempat anjlok hingga 10 persen, meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat. Penurunan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan euforia perdagangan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Di Jepang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Upah nominal naik 3,2 persen pada Mei, tetapi belanja rumah tangga turun 0,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan tekanan terhadap konsumsi domestik masih menjadi perhatian, meskipun pendapatan pekerja mencatat pertumbuhan.
Tekanan paling besar terlihat pada saham-saham teknologi utama. Kioxia Holdings anjlok 11,3 persen, Taiyo Yuden turun 11 persen, Murata Manufacturing melemah 10,1 persen, Lasertec terkoreksi 6,4 persen, dan Ibiden Co turun 7 persen.
Namun, tidak semua sektor bergerak negatif. Saham finansial dan konsumsi masih mampu mencatat kinerja lebih baik. Mitsubishi UFJ naik 2,3 persen, sementara Fast Retailing menguat 1,1 persen, membantu menahan tekanan lebih dalam pada pasar Jepang.(asd)*
Sumber: Newsmaker