Nikkei Terkoreksi dari Rekor Tertinggi Kemarin
Saham Jepang terkoreksi tipis pada Selasa (26/05) setelah dua indeks acuan melemah dari rekor tertingginya. Nikkei 225 turun 0,25% dan ditutup di 64.996, sementara Topix merosot 0,1% ke 3.938, seiring investor mengunci keuntungan sambil menilai perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Sentimen risiko menjadi sorotan setelah laporan menyebut militer AS menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga berupaya menempatkan ranjau di wilayah selatan Iran. Namun, Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran menunjukkan kemajuan, sehingga pasar berada di antara dua narasi: eskalasi risiko vs peluang de-eskalasi.
Dari sisi domestik, Deputi Gubernur Bank of Japan Ryozo Himino menegaskan bank sentral masih berkomitmen melanjutkan kenaikan suku bunga, tetapi waktu dan kecepatannya akan sangat bergantung pada dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Jepang dan prospek inflasi. Komentar ini menjaga ekspektasi pengetatan tetap hidup, namun memberi ruang penyesuaian bila risiko geopolitik mengganggu pertumbuhan atau mendorong tekanan harga melalui kanal energi.
Di bursa, saham teknologi dan terkait kecerdasan buatan terkoreksi setelah memimpin reli pada sesi sebelumnya, dengan Kioxia Holdings turun 4,6%, Fujikura melemah 4%, dan Advantest jatuh 6,1%. Di sisi lain, SoftBank Group melesat 10,9% dan telah naik lebih dari 50% dalam empat sesi terakhir, menjadi penopang yang menonjol saat pasar secara keseluruhan cenderung melakukan konsolidasi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id