Hang Seng Terjun—Pasar Takut Hormuz?
Saham Hong Kong jatuh tajam pada awal Maret, dengan indeks utama anjlok 667 poin (-2,5%) ke 25.958, menyentuh level terendah dalam enam minggu dan rata-rata kenaikan sesi sebelumnya.
Sentimen memburuk setelah bursa berjangka Wall Street melemah, memicu kekhawatiran geopolitik yang kembali memanas. Pasar menilai eskalasi konflik AS–Iran meningkatkan risiko ancaman global, sehingga investor memilih mengurangi aset berisiko.
Kekhawatiran terbesar datang dari sisi energi: pasar takut gangguan pengapalan minyak lewat Selat Hormuz, jalur vital energi global. Risiko ini membuat pelaku pasar semakin defensif, apalagi harga minyak sudah bergerak liar di pembukaan pekan.
Pada saat yang sama, investor juga menahan diri menjelang rilis PMI China Februari, yang sering menjadi penentu nada sentimen untuk aset Asia.
Tekanan di Hong Kong sedikit “ketahanan” karena saham daratan Tiongkok tidak sedalam itu turunnya. Harapan pasar mulai mengarah ke agenda Dua Sidang / Kongres Rakyat Nasional yang akan dimulai sekitar 4 Maret, dengan ekspektasi munculnya dukungan baru untuk teknologi, inovasi, dan konsumsi domestik.
Secara sektoral, semua melemah: saham konsumen turun sekitar 1,9%, sedangkan finansial mendekati -3%. Saham yang paling tertinggal antara lain SenseTime (-7,0%), Xiaomi (-4,0%), Cathay Pacific (-3,6%), Kuaishou (-3,4%), AIA (-3,3%), dan SMIC (-3,2%).(asd)
Sumber : Newsmaker.id