Saham Asia Bangkit, Yen Tetap Kuat
Pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (31/07) setelah lonjakan saham teknologi Korea Selatan kembali membangkitkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan. Penguatan juga ditopang oleh pasar Jepang, sehingga indeks saham kawasan Asia Pasifik naik untuk hari kedua.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 14% setelah sebelumnya tertekan selama tiga hari berturut-turut. Saham produsen cip besar seperti SK Hynix dan Samsung Electronics memimpin kenaikan karena investor kembali memburu perusahaan yang berkaitan dengan perkembangan AI.
Sentimen positif datang dari Wall Street setelah indeks saham semikonduktor mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Saham Microsoft melonjak tajam, sementara Amazon ikut menguat setelah bisnis komputasi awannya tumbuh. Namun, saham Apple justru turun setelah kendala pasokan membebani proyeksi penjualan.
Di pasar mata uang, yen mempertahankan penguatannya setelah otoritas Jepang kembali turun tangan untuk menopang mata uang tersebut. Investor kini menunggu keputusan Bank of Japan yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga, sekaligus mencari petunjuk mengenai peluang kenaikan bunga berikutnya.
Sementara itu, dolar AS masih tertekan setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang terus naik karena pasar menilai inflasi masih cukup tinggi dan kebijakan bunga ketat dapat bertahan lebih lama.
Harga minyak bergerak naik tipis karena pasar masih menimbang konflik Amerika Serikat dan Iran serta kondisi pelayaran di Selat Hormuz. Secara keseluruhan, arah pasar Asia masih akan dipengaruhi perkembangan saham teknologi, keputusan Bank of Japan, pergerakan yen, dan ketegangan geopolitik.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id