S&P 500 Melemah, Risiko Iran Membayangi
Bursa saham AS melemah pada awal perdagangan Rabu (22/7), tertekan oleh kenaikan harga minyak dan sikap hati-hati investor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah emiten besar.
Indeks S&P 500 turun 0,2%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,5%. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 88 poin atau sekitar 0,2%.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga minyak. Brent naik 2% ke atas US$93 per barel dan sempat menembus US$95, level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Sementara itu, WTI juga naik 2% ke atas US$86 per barel.
Harga minyak menguat setelah AS kembali melancarkan serangan ke-11 terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran tidak serius dalam pembicaraan damai, sekaligus menegaskan bahwa pasukan AS akan terus melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dampaknya ke market, kenaikan minyak membuat investor khawatir inflasi barang konsumsi bisa kembali tinggi. Kondisi ini dapat mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dengan pasar memperkirakan peluang 24% hike bulan ini dan 70% peluang kenaikan setidaknya 25 basis poin pada September. Jika minyak terus naik, saham teknologi dan aset berisiko berpotensi kembali tertekan. (arl)
Sumber : Newsmaker.id