• Wed, Jul 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 July 2026 21:13  |

Dolar Stabil, Euro dan Pound Bertahan Kuat

Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Rabu (22/7), sementara euro dan poundsterling mempertahankan penguatan. Pelaku pasar masih menimbang data inflasi Inggris yang mulai melandai, keputusan bank sentral di Asia, serta tekanan dari harga minyak global yang tetap tinggi.

Indeks dolar AS bergerak datar di sekitar 101,04 setelah sempat menguat di atas level 101 pada sesi sebelumnya. Greenback masih ditopang oleh yield Treasury AS yang tinggi dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, meski permintaan safe haven mulai sedikit seimbang dengan sentimen pasar Eropa yang lebih stabil.

Poundsterling bertahan di sekitar US$1,3448 setelah data inflasi Inggris menunjukkan CPI turun menjadi 2,6% pada Juni dari 2,8% pada Mei. Perlambatan inflasi ini memperkuat pandangan bahwa Bank of England masih dapat menjaga pendekatan hati-hati tanpa perlu memangkas suku bunga terlalu cepat.

Euro juga menguat tipis 0,1% ke sekitar US$1,1420. Investor cenderung menahan posisi menjelang rapat kebijakan European Central Bank pada Kamis, dengan pasar memperkirakan suku bunga tetap di 2,25%. Fokus utama akan tertuju pada komentar Christine Lagarde terkait risiko harga energi terhadap arah kebijakan berikutnya.

Di Asia, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di 6,25% untuk menjaga stabilitas rupiah dan menekan risiko inflasi impor akibat volatilitas komoditas global. Rupiah naik 0,1% terhadap dolar AS, sementara yen Jepang juga menguat tipis ke sekitar 162,87 per dolar, meski masih dekat level terlemah multi-dekade.

Dampaknya ke market, dolar AS masih berpotensi bertahan kuat selama yield Treasury tinggi dan konflik Timur Tengah menjaga permintaan safe haven. Namun, euro dan pound bisa tetap mendapat dukungan jika data ekonomi membaik dan bank sentral tidak terlalu dovish. Kenaikan minyak tetap menjadi risiko utama karena dapat menghidupkan kembali inflasi global dan membuat jalur pemangkasan suku bunga bank sentral semakin sulit.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai