Wall Street Mixed, Meta Melonjak Saat Chip Tertekan
Dow Jones Industrial Average sempat mencetak rekor intraday baru pada perdagangan Rabu (1/7), sebelum akhirnya kehilangan tenaga. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah karena investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham semikonduktor setelah reli besar sepanjang paruh pertama tahun ini.
Indeks Dow sempat naik ke rekor intraday 52.742,66, tetapi kemudian berbalik melemah dan ditutup turun sekitar 13 poin. Tekanan muncul setelah saham Caterpillar, yang sebelumnya mendapat dorongan dari tema artificial intelligence, ikut terkoreksi.
S&P 500 turun 0,2%, sementara Nasdaq Composite melemah sekitar 0,7%. Tekanan utama datang dari saham chip, setelah investor melepas sebagian posisi pada sektor yang telah melonjak lebih dari 80% sepanjang semester pertama 2026.
Micron menjadi salah satu pemberat utama setelah sahamnya turun 9%. Meski terkoreksi tajam, saham Micron masih mencatat kenaikan sekitar 250% sejak awal tahun. Sandisk juga turun 10% setelah sebelumnya melonjak lebih dari 850% pada paruh pertama tahun ini.
Saham chip besar lainnya ikut melemah. Nvidia turun sekitar 1%, sementara Broadcom turun sekitar 2%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor mulai lebih selektif terhadap saham-saham yang sudah mengalami kenaikan sangat besar akibat euforia AI.
Meski saham chip menekan Nasdaq, sejumlah saham teknologi besar lain membantu membatasi pelemahan. Meta melonjak hampir 10% setelah perusahaan mengatakan akan meluncurkan bisnis cloud dan menjual kelebihan kapasitas komputasi. Langkah ini dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru dari infrastruktur AI.
Microsoft dan Apple juga menguat, masing-masing naik sekitar 3% dan 2%. Kenaikan saham-saham megacap tersebut membantu menahan tekanan lebih dalam pada indeks teknologi, meskipun sentimen terhadap semikonduktor sedang melemah.
Pergerakan Rabu terjadi setelah indeks utama Wall Street menutup paruh pertama 2026 dengan performa kuat. Dow naik 8,9% dalam enam bulan pertama tahun ini, mencatat kinerja semester pertama terbaik sejak 2021. S&P 500 menguat 9,6%, Nasdaq naik 12,8%, sementara Russell 2000 melonjak hampir 22% dan mencatat semester pertama terbaik sejak 1991.
Investor juga mencermati komentar Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam konferensi European Central Bank di Portugal. Warsh tidak memberikan petunjuk jelas mengenai arah kebijakan pada pertemuan bulan ini, tetapi menegaskan bahwa harga masih terlalu tinggi dan The Fed tetap fokus membawa inflasi kembali ke target 2%.
Secara keseluruhan, Wall Street bergerak campuran setelah reli besar semester pertama. Dow masih menunjukkan kekuatan dengan mencetak rekor intraday, tetapi tekanan pada saham chip menandakan bahwa pasar mulai melakukan rotasi dan mengambil untung dari sektor AI yang sudah naik terlalu cepat.(arl)
Sumber: Newsmaker.id