STOXX 50 dan STOXX 600 Naik 0,6% Meski Risiko Timur Tengah Masih Membayangi
Saham Eropa bergerak lebih tinggi pada Selasa (02/06), dengan STOXX 50 dan STOXX 600 sama-sama naik 0,6% setelah memulai Juni dengan pelemahan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan aksi “buy the dip” seiring investor memanfaatkan koreksi, sambil menilai apakah reli global bertema teknologi dan AI masih cukup solid untuk berlanjut.
Fokus pasar juga tetap tertuju pada dinamika di Timur Tengah. Negosiasi disebut masih berubah-ubah dan Selat Hormuz dilaporkan masih sebagian besar tertutup, namun suasana membaik setelah harga minyak sedikit terkoreksi, yang membantu menekan kekhawatiran biaya energi dan memberi ruang bagi sentimen risiko.
Di sisi makro, perhatian mulai beralih ke rilis awal inflasi Zona Euro. Headline inflation diperkirakan naik ke 3,2%, sementara inflasi inti diproyeksikan menguat ke 2,4%—angka yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan dan persepsi pasar terhadap laju penurunan inflasi di kawasan tersebut.
Sektor teknologi kembali menjadi pendorong utama, dengan ASML naik 1%, SAP menguat 1,6%, dan Infineon melesat 5,3%. Prosus melonjak sekitar 10% dan menjadi yang terkuat di STOXX 600 setelah muncul laporan bahwa Tencent—perusahaan yang menjadi salah satu kepemilikan penting Prosus—sedang menguji agen AI baru, mempertegas bahwa narasi AI masih menjadi katalis dominan bagi saham-saham tertentu. (asd)
Sumber: Newsmaker.id