Saham Asia Terkoreksi, Minyak Stabil Saat Deal Iran Mandek
Saham Asia turun dari rekor tertinggi pada Selasa (02/6), sementara harga minyak bertahan setelah reli sebelumnya, seiring pasar melihat upaya menghidupkan kembali kesepakatan damai AS–Iran belum menunjukkan kemajuan jelas. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9% setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada Senin, dengan bursa Jepang, Australia, dan Korea Selatan sama-sama melemah.
Di AS, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq 100 turun 0,4%, menandakan sentimen risk-on mulai “menginjak rem” setelah rekor baru Wall Street. Meski Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan cepat, sinyal yang saling bertabrakan membuat pasar ragu apakah jalur diplomasi benar-benar bergerak menuju hasil yang bisa dieksekusi.
Harga minyak menjadi beban utama bagi sentimen. Brent datar di sekitar US$95/barel setelah melonjak pada sesi sebelumnya karena laporan Tehran menangguhkan pembicaraan sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Kenaikan minyak menjaga kekhawatiran inflasi energi tetap hidup, sehingga pasar kembali menghitung risiko suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Emas bergerak stabil di sekitar US$4.485/oz, sementara obligasi AS sempat tertekan pada sesi sebelumnya karena kebuntuan negosiasi meningkatkan kekhawatiran biaya energi akan mendorong inflasi dan memaksa The Fed lebih ketat. Di saat tema AI masih menopang ekuitas, headline geopolitik membuat pasar mudah berayun karena jalur inflasi dan suku bunga kembali bergantung pada arah energi.
Di korporasi, narasi AI tetap dominan: Alphabet mengumumkan rencana penggalangan dana besar untuk belanja infrastruktur AI, sementara Hewlett Packard Enterprise melonjak kuat setelah outlook penjualan didorong permintaan server dan jaringan berbasis AI. Namun dolar menguat setelah data ISM menunjukkan manufaktur AS ekspansif dengan laju tercepat dalam empat tahun dan tekanan biaya input masih tinggi, membuat investor menatap data pekan ini—berpuncak pada laporan tenaga kerja Jumat—untuk membaca arah kebijakan The Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
5 inti poin :
- MSCI Asia Pacific turun 0,9% setelah rekor, dipimpin pelemahan Jepang, Australia, Korea Selatan.
- Futures AS melemah (S&P 500 -0,2%; Nasdaq 100 -0,4%) karena sinyal deal Iran masih kabur.
- Brent bertahan di sekitar US$95; reli minyak menjaga kekhawatiran inflasi energi dan suku bunga.
- Emas stabil sekitar US$4.485; pasar obligasi sensitif pada risiko inflasi dan arah The Fed.
- Tema AI tetap menopang saham, tetapi data AS yang kuat menguatkan dolar dan menggeser fokus ke data NFP.(asd)
Sumber : Newsmaker.id