• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 June 2026 07:31  |

Saham Asia Terkoreksi, Minyak Stabil Saat Deal Iran Mandek

Saham Asia turun dari rekor tertinggi pada Selasa (02/6), sementara harga minyak bertahan setelah reli sebelumnya, seiring pasar melihat upaya menghidupkan kembali kesepakatan damai AS–Iran belum menunjukkan kemajuan jelas. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9% setelah ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada Senin, dengan bursa Jepang, Australia, dan Korea Selatan sama-sama melemah.

Di AS, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq 100 turun 0,4%, menandakan sentimen risk-on mulai “menginjak rem” setelah rekor baru Wall Street. Meski Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan cepat, sinyal yang saling bertabrakan membuat pasar ragu apakah jalur diplomasi benar-benar bergerak menuju hasil yang bisa dieksekusi.

Harga minyak menjadi beban utama bagi sentimen. Brent datar di sekitar US$95/barel setelah melonjak pada sesi sebelumnya karena laporan Tehran menangguhkan pembicaraan sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Kenaikan minyak menjaga kekhawatiran inflasi energi tetap hidup, sehingga pasar kembali menghitung risiko suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Emas bergerak stabil di sekitar US$4.485/oz, sementara obligasi AS sempat tertekan pada sesi sebelumnya karena kebuntuan negosiasi meningkatkan kekhawatiran biaya energi akan mendorong inflasi dan memaksa The Fed lebih ketat. Di saat tema AI masih menopang ekuitas, headline geopolitik membuat pasar mudah berayun karena jalur inflasi dan suku bunga kembali bergantung pada arah energi.

Di korporasi, narasi AI tetap dominan: Alphabet mengumumkan rencana penggalangan dana besar untuk belanja infrastruktur AI, sementara Hewlett Packard Enterprise melonjak kuat setelah outlook penjualan didorong permintaan server dan jaringan berbasis AI. Namun dolar menguat setelah data ISM menunjukkan manufaktur AS ekspansif dengan laju tercepat dalam empat tahun dan tekanan biaya input masih tinggi, membuat investor menatap data pekan ini—berpuncak pada laporan tenaga kerja Jumat—untuk membaca arah kebijakan The Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh.

5 inti poin :

-  MSCI Asia Pacific turun 0,9% setelah rekor, dipimpin pelemahan Jepang, Australia, Korea Selatan.

-  Futures AS melemah (S&P 500 -0,2%; Nasdaq 100 -0,4%) karena sinyal deal Iran masih kabur.

- Brent bertahan di sekitar US$95; reli minyak menjaga kekhawatiran inflasi energi dan suku bunga.

- Emas stabil sekitar US$4.485; pasar obligasi sensitif pada risiko inflasi dan arah The Fed.

- Tema AI tetap menopang saham, tetapi data AS yang kuat menguatkan dolar dan menggeser fokus ke data NFP.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai