Saham AS Melemah dari Rekor, Tekanan Konflik TimTeng dan Energi
Saham-saham Amerika Serikat terkoreksi dari level rekor pada Senin (1/6), terdorong oleh sinyal yang saling bertentangan mengenai perang di Timur Tengah.
Kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada sektor korporasi, dengan Dow Jones turun 150 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatat penurunan tipis.
Iran mengumumkan menghentikan pembicaraan dengan AS sampai Israel menghentikan serangan di Gaza, menyusul serangan baru antara Iran dan negara-negara GCC. Pernyataan ini bertentangan dengan optimisme Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut dialog dengan Teheran menjanjikan.
Sektor ekonomi tradisional di Dow, termasuk JPMorgan dan Visa, tertekan hingga turun 1%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak geopolitik dan kenaikan biaya energi pada profitabilitas perusahaan.
Di sisi lain, sektor teknologi dan AI tetap menjadi penopang pasar. Nvidia melonjak lebih dari 2% setelah meluncurkan chip RTX Spark Superchip baru untuk pasar PC, menyaingi AMD dan Intel yang masing-masing turun sekitar 5%.
Efisiensi dan inovasi Nvidia memicu momentum positif di saham perangkat lunak dan hyperscaler. Microsoft dan Oracle melonjak 4% masing-masing, menegaskan bahwa sentimen positif di sektor AI tetap menjadi katalis utama pasar meski ada tekanan geopolitik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id