Saham Asia Menguat, Minyak Turun Ini Penyebabnya!
Bursa Asia menguat sementara harga minyak melemah setelah muncul kabar AS dan Iran mencapai kesepakatan tentatif untuk memperpanjang gencatan senjata. Sentimen risk-on menguat karena pasar menilai peluang meredanya konflik bisa mengurangi gangguan aliran energi.
Indeks di Jepang dan Korea Selatan naik, mendorong MSCI Asia Pacific Index menguat 0,7%. Penguatan Asia mengikuti reli Wall Street, setelah S&P 500 dan Nasdaq 100 ditutup pada rekor baru, dengan minat terhadap saham bertema AI tetap kuat.
Di komoditas, Brent turun 0,4% ke sekitar US$93,40/barel pada Jumat. Penurunan terjadi seiring harapan bahwa perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembicaraan lanjutan terkait program nuklir Teheran dapat membawa konflik tiga bulan ini mendekati resolusi, meski Presiden Donald Trump disebut belum menyetujui ketentuan kesepakatan.
Di pasar valuta, yen stabil di sekitar 159,25 per dolar setelah indikator inflasi kunci Tokyo melandai secara tak terduga untuk bulan keenam beruntun. Pada sesi AS sebelumnya, yield Treasury turun di seluruh tenor dan dolar melemah terhadap mata uang utama negara maju.
Pelaku pasar menilai optimisme gencatan senjata sementara lebih dominan dibanding kekhawatiran bentrokan di Teluk Persia. Penutupan Selat Hormuz sejak perang dimulai menekan pengiriman minyak dan memicu ketakutan inflasi; karena itu, investor memantau sinyal pembukaan kembali koridor tersebut, meski riwayat negosiasi yang sering buntu membuat pasar tetap rentan berayun mengikuti perubahan sentimen.
Di sisi makro, biaya energi yang lebih tinggi ikut menambah tekanan harga dan memicu kekhawatiran ruang gerak The Fed terbatas. Data terbaru menunjukkan belanja konsumen AS naik tipis pada April, dengan inflasi tahunan meningkat ke level tertinggi sejak 2023, sementara ekonomi kuartal I tumbuh 1,6% (lebih lambat dari estimasi sebelumnya). Kontrak berjangka juga mencerminkan sentimen campuran: Hang Seng futures naik 0,6%, Topix naik 0,5%, ASX 200 naik 0,8%, sementara Euro Stoxx 50 futures turun 0,4%.
5 inti poin :
- Saham Asia naik; MSCI Asia Pacific menguat 0,7% mengikuti rekor baru S&P 500 dan Nasdaq 100.
- Minyak melemah: Brent turun 0,4% ke sekitar US$93,40 usai kabar perpanjangan gencatan senjata AS-Iran 60 hari.
- Ketidakpastian masih ada karena Trump belum menyetujui ketentuan kesepakatan.
- Yen stabil di 159,25 per dolar; sebelumnya yield Treasury turun dan dolar melemah di sesi AS.
- Selat Hormuz tetap jadi fokus karena terkait pasokan energi dan kanal inflasi, yang bisa mempengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id