• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 May 2026 20:49  |

PCE “Mendingin”, Wall Street Masih Tertahan oleh Minyak

Saham AS bergerak relatif datar pada Kamis (28/5) setelah rilis inflasi PCE April yang sedikit lebih rendah dari perkiraan bulanan, membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang terlalu persisten—meski harga minyak kembali naik. S&P 500 turun 0,1%, Nasdaq melemah 0,2%, dan Dow Jones turun 192 poin atau 0,4%.

Data PCE menunjukkan kenaikan 0,4% (MoM) dengan inflasi 3,8% (YoY), menurut Departemen Perdagangan AS. Konsensus ekonom memperkirakan 0,5% (MoM) dan 3,8% (YoY). Angka bulanan yang lebih rendah memberi sinyal tekanan harga mulai mereda, tetapi laju tahunan masih jauh di atas target inflasi The Fed 2%, menjaga narasi “higher for longer” tetap relevan.

Di sisi energi, minyak memantul dan menambah lapisan ketidakpastian bagi pasar. WTI naik sekitar 2% menembus US$90 per barel, sementara Brent naik hampir 2% menembus US$96. Penguatan minyak terjadi di tengah laporan eskalasi terbaru, setelah IRGC menyatakan menargetkan pangkalan udara AS dan militer AS dilaporkan melakukan serangan baru di Iran.

Di saham individual, Snowflake melonjak 38% pada perdagangan pra-pasar setelah memberikan panduan kinerja kuartal kedua fiskal yang lebih kuat dari perkiraan, serta membukukan kinerja kuartal pertama yang solid. Perusahaan juga mengumumkan rencana belanja US$6 miliar untuk layanan Amazon Web Services selama lima tahun, memperkuat narasi belanja infrastruktur data dan cloud.

Pasar juga masih mencerna sinyal campuran soal Hormuz. Pada Rabu, penurunan minyak sempat membantu Dow mencetak rekor, setelah Menlu AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan progres dan jalur diplomasi akan diberi kesempatan. Namun Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan membiarkan Iran mengontrol Selat Hormuz. Gedung Putih juga membantah laporan TV pemerintah Iran tentang kesepakatan yang dapat memulihkan arus komersial dalam satu bulan, menyebutnya “rekayasa sepenuhnya”.

Untuk sesi berikutnya, perhatian pasar tetap terbagi antara dua kanal utama: apakah PCE yang lebih “dingin” cukup untuk menahan dorongan hawkish The Fed, dan apakah volatilitas minyak akibat dinamika Iran–Hormuz kembali mengangkat risiko inflasi energi yang bisa menekan ruang pelonggaran kebijakan. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai