Saham Eropa Melemah, Volatilitas Minyak dan Timur Tengah Tekan Sentimen
Saham Eropa bergerak turun pada Kamis (28/05), dengan STOXX 50 melemah 0,3% dan STOXX 600 turun 0,5%, ketika volatilitas pasar bertahan di tengah ketegangan Timur Tengah dan pergerakan harga minyak yang masih tajam. Minyak yang tetap tinggi dibanding level pra-konflik menjaga kekhawatiran inflasi energi dan menekan selera risiko.
Dalam perkembangan terbaru, laporan menyebut AS dan Iran sama-sama melancarkan serangan baru, membuat investor tetap waspada. Kanal utamanya jelas: eskalasi geopolitik meningkatkan premi risiko energi, dan lonjakan biaya energi berpotensi menahan ruang pelonggaran kebijakan, sehingga aset berisiko seperti ekuitas cenderung kehilangan dukungan.
Pelemahan dipimpin sektor luxury, siklikal, farmasi, dan finansial. Sejumlah saham besar bergerak turun, termasuk HSBC (-1,4%), Novartis (-1,8%), AstraZeneca (-2,6%), Bayer (-2,1%), LVMH (-1,5%), Hermès (-1,8%), dan Intesa Sanpaolo (-1,2%), menegaskan tekanan menyebar di saham defensif maupun siklikal.
Di sisi lain, sektor teknologi relatif lebih tangguh. ASML (+0,5%) dan STMicroelectronics (+2,5%) menguat, sementara Shell (+0,3%) juga naik, membantu menahan penurunan indeks yang lebih dalam. Fokus pasar berikutnya tetap pada arah harga minyak, intensitas eskalasi di Timur Tengah, serta apakah volatilitas energi mulai mereda atau justru kembali meningkat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id