Wall Street Cetak Rekor Baru, Harga Minyak Turun Tajam
Saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Selasa (5/5), sementara harga minyak melemah, seiring pelaku pasar merespons sejumlah laporan kinerja keuangan perusahaan yang solid. Indeks S&P 500 naik 0,81% dan ditutup pada rekor tertinggi baru di level 7.259,22. Nasdaq Composite menguat 1,03% dan juga mencetak rekor penutupan di 25.326,13. Dow Jones Industrial Average bertambah 356,35 poin atau 0,73% menjadi 49.298,25.
Penurunan harga minyak turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 3,9% dan ditutup di US$102,27 per barel, sementara Brent melemah hampir 4% ke US$109,87 per barel. Pelemahan energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya membebani pasar.
Gencatan senjata antara AS dan Iran masih dinilai rapuh di tengah insiden terbaru di Selat Hormuz. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tetap berlaku. Ia menyebut dua kapal komersial AS bersama kapal perusak Angkatan Laut telah berhasil melintasi selat dengan aman, menunjukkan jalur pelayaran tetap terbuka. Pernyataan ini memperkuat keyakinan pasar bahwa risiko eskalasi langsung dapat diredam.
Dari sisi korporasi, sejumlah emiten melaporkan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi. Saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8% setelah mencatat laba dan pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan. Saham Anheuser-Busch InBev yang tercatat di AS juga naik lebih dari 8% berkat kinerja yang kuat.
Namun, Palantir Technologies menjadi pengecualian. Sahamnya turun hampir 7% meski membukukan pertumbuhan pendapatan tercepat sejak melantai di bursa dan menaikkan proyeksi kinerja tahunan. Secara keseluruhan, sekitar 85% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan sejauh ini mencatat hasil di atas ekspektasi pasar, menurut data FactSet.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id