Emas Menguat Tipis di Tengah Meredanya Ketegangan AS–Iran
Harga emas naik tipis pada Selasa (5/5) setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan. Penguatan terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlangsung, meskipun ketegangan di sekitar Selat Hormuz tetap tinggi.
Emas spot naik sekitar 0,7% ke kisaran US$4.555 per ounce, sementara kontrak berjangka juga menguat dengan persentase yang sama. Pada sesi sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot lebih dari 2% ke level terendah sejak akhir Maret, tertekan oleh lonjakan imbal hasil dan penguatan dolar.
Sentimen pasar sebelumnya memburuk setelah Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut, yang menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dunia, secara efektif tertutup sejak konflik dimulai dan memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke arah kapal perang AS yang mendekati selat dan mengklaim telah mengenai satu kapal. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan dua kapal dagang AS berhasil melintasi selat dengan aman. Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone Iran memicu kebakaran di pusat perdagangan dan penyimpanan minyak besar di Fujairah.
Pemerintah AS kemudian menegaskan bahwa “Project Freedom” bersifat defensif dan bertujuan semata untuk menjamin keamanan pelayaran komersial, tanpa memasuki wilayah atau wilayah udara Iran. Pernyataan ini membantu meredakan sebagian ketegangan, sehingga mendukung pemulihan harga emas meski arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada dinamika geopolitik dan ekspektasi suku bunga global.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id