Emas Menguat Tipis, Eskalasi Timur Tengah Batasi Kenaikan
Harga emas kembali menguat pada perdagangan awal sesi Eropa, namun kenaikannya tertahan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Kontrak berjangka emas di New York naik sekitar 0,6% ke level US$4.560,50 per troy ounce.
Analis mencatat aksi beli muncul pasca aksi jual sebelumnya yang dipicu oleh memanasnya kembali konflik di kawasan tersebut. Investor memanfaatkan koreksi harga untuk masuk kembali ke pasar, sehingga mendorong pemulihan terbatas pada logam mulia.
Meski demikian, kenaikan emas belum mampu berlanjut signifikan. Lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama atau bahkan menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar logam lainnya, perak turut menguat sekitar 0,4% ke US$73,80 per ounce, sementara platinum naik 1,3% ke US$1.987,50 per ounce. Namun, arah pergerakan emas ke depan masih sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id