• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 February 2026 00:06  |

Bursa Eropa Mundur dari Rekor, Risiko Iran & Laba Emiten Jadi Sorotan

Saham-saham Eropa melemah pada hari Kamis (19/2) dan mundur dari penutupan rekor pada Rabu, dipicu laporan kinerja yang mengecewakan dari sejumlah emiten besar serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko geopolitik. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5% pada penutupan, dengan sektor perbankan dan barang industri menjadi penekan utama, sementara real estat serta makanan dan minuman termasuk yang relatif menguat.

Di level saham, Airbus anjlok 6,8% setelah mengingatkan bahwa pasokan mesin yang belum stabil untuk keluarga jet A320 menghambat produksi dan pengiriman. Renault turun 3,1% usai perusahaan memperkirakan profitabilitas akan melemah tahun ini seiring peluncuran model kendaraan listrik berharga lebih rendah.

Sebaliknya, beberapa saham mampu menahan pelemahan indeks. Nestlé melonjak 3,9% setelah menyampaikan prospek pertumbuhan penjualan yang diperkirakan membaik di bawah CEO barunya. Air France-KLM melesat 12% usai membukukan pendapatan lebih baik dari perkiraan dan tetap optimistis pada rute Atlantik Utara yang dinilai menguntungkan.

Pasar juga terus menilai prospek suku bunga dan pertumbuhan, di tengah sinyal bahwa ketegangan geopolitik masih menjadi variabel besar. Kepala pengawas nuklir PBB menyebut penumpukan militer AS di Timur Tengah berisiko mempersempit peluang Iran mencapai kesepakatan diplomatik terkait aktivitas nuklirnya—narasi yang ikut mengangkat harga minyak dan memperkuat sikap hati-hati investor.

Meski indeks melemah, musim laporan keuangan di Eropa secara umum sedikit lebih baik dari perkiraan. Data Bloomberg Intelligence menunjukkan perusahaan-perusahaan di indeks MSCI Eropa membukukan kenaikan laba kuartal IV sekitar 3,6%, di atas estimasi analis 1,3%. Di sisi lain, Rio Tinto turun 3,7% setelah laba tahunan stagnan, karena kenaikan tembaga dan aluminium belum mampu menutup dampak biaya restrukturisasi satu kali, tarif AS, serta tekanan dari China pada bisnis bijih besi. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
BIAS23.com NM23 Ai