• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 February 2026 15:45  |

Bursa Eropa Datar: Earnings Jadi Penentu Arah

Bursa saham Eropa memulai perdagangan Rabu (4/2) dengan gerak hati-hati: mayoritas indeks cuma naik tipis, seolah pasar lagi “nahan napas” menunggu arah dari banjir laporan keuangan emiten besar. Indeks Stoxx 600 bergerak nyaris datar tak lama setelah pembukaan, sementara bursa utama menunjukkan penguatan ringan—FTSE Inggris menguat mendekati 0,5%, DAX Jerman sekitar 0,3%, dan CAC 40 Prancis memimpin dengan kenaikan sekitar 0,7%. Di Italia, FTSE MIB juga ikut naik sekitar 0,7%.

Mood pasar membaik setelah sesi sebelumnya sempat diganggu aksi jual singkat di kripto dan logam mulia, yang sempat bikin investor defensif. Setelah “debu” mereda, pelaku pasar balik fokus ke hal yang paling menentukan minggu ini: earnings—apakah kinerja perusahaan cukup kuat untuk membenarkan valuasi, terutama di sektor keuangan dan kesehatan.

Dari sisi korporasi, Banco Santander justru melemah sekitar 3,5% meski mengumumkan rencana besar: bank Spanyol itu akan mengakuisisi Webster Bank di AS dalam transaksi sekitar $12,2 miliar. Di saat yang sama, Santander merilis laporan kuartal empat lebih cepat dan mencatat laba bersih €3,76 miliar, melampaui ekspektasi pasar, plus mengumumkan buyback saham baru senilai €5 miliar—namun pasar tampaknya lebih “mikir” soal risiko integrasi dan harga akuisisi.

Di sektor kesehatan, sorotan tajam mengarah ke Novo Nordisk yang tertekan besar hingga -18% di awal perdagangan. Pasar bereaksi setelah perusahaan memperingatkan laju pertumbuhan tahun ini akan melambat, dipicu tekanan harga di AS serta berakhirnya eksklusivitas Wegovy dan Ozempic di beberapa negara (termasuk China, Brasil, dan Kanada). Di tengah itu, agenda rilis laporan keuangan tetap padat—mulai dari Novartis, GSK, Infineon, Equinor, Credit Agricole, Handelsbanken, Carlsberg, hingga OMV.

Sementara UBS turun sekitar 1,8% walau secara angka membukukan kinerja kuartal empat yang solid: laba bersih $1,2 miliar, naik 56% dari tahun sebelumnya dan mengalahkan konsensus. Reaksi negatif ini mengisyaratkan pasar lagi sensitif: bukan cuma “bagus atau nggak”, tapi juga seberapa besar ekspektasi yang sudah keburu dipatok sebelum laporan keluar. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
BIAS23.com NM23 Ai