JOLTS Kejutkan Pasar, Dolar Rebound dan Yen Tertekan
Indeks dolar AS (DXY) menguat ke area 99,20 pada hari Selasa (2/6) setelah data JOLTS Job Openings melonjak ke 7,618 juta pada April dari 6,887 juta pada Maret, jauh di atas ekspektasi pasar sekitar 6,88 juta. Angka ini memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter terlihat makin terbatas.
Sentimen dolar juga ditopang kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mendorong inovasi dan keamanan AI, termasuk langkah memperkuat standar keamanan siber di lembaga pemerintah. Kombinasi data tenaga kerja dan headline kebijakan ini menjaga USD tetap diminati.
Di Eropa, EUR/USD bergerak terbatas di sekitar 1,1630, tertekan penguatan dolar dan menunggu petunjuk lanjutan dari data zona euro serta komentar pejabat ECB. Pasar masih mencari konfirmasi arah pertumbuhan dan inflasi Eropa untuk menentukan apakah ECB punya ruang kebijakan yang lebih tegas.
GBP/USD bertahan sedikit lebih tinggi di area 1,3470, tetapi tetap berada di bawah bayang-bayang greenback yang dominan. Tekanan tambahan muncul dari pernyataan anggota MPC BoE Megan Greene yang menilai rumah tangga dan bisnis semakin sensitif terhadap inflasi, serta menekankan risiko “terlambat bertindak” terhadap inflasi persisten bisa lebih besar dibanding risiko mengetatkan terlalu agresif.
Di Asia, USD/JPY naik mendekati 159,90, kembali dekat level psikologis 160, karena selisih imbal hasil masih menguntungkan dolar AS meski pasar tetap berharap BoJ melanjutkan normalisasi secara bertahap. Sementara itu AUD/USD menguat menuju 0,7180, dengan perhatian investor beralih ke rilis PDB Australia Q1 dan data PMI yang dapat memberi sinyal kondisi ekonomi serta arah kebijakan RBA.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id