Dolar Menguat, Swiss Franc Tertekan di Tengah Konflik AS-Iran
Dolar Amerika Serikat menguat terhadap Swiss franc pada perdagangan Jumat (24/07), melanjutkan kenaikan selama lima hari berturut-turut. Pasangan USD/CHF diperdagangkan di sekitar 0,8170 pada sesi Asia.
Penguatan dolar didorong meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas. Ketegangan tersebut juga mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli sebesar 35,8%. Sementara itu, kemungkinan kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada September mencapai 82,1%.
Sentimen geopolitik meningkat setelah kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Amerika Serikat kemudian melanjutkan serangan militernya terhadap Iran untuk malam ke-13 secara berturut-turut.
Presiden Donald Trump juga mengancam akan memberikan hukuman militer besar kepada Iran dan Houthi apabila serangan kembali terjadi. Kondisi tersebut menjaga permintaan terhadap dolar, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah Swiss tenor 10 tahun naik ke sekitar 0,52%.
Kenaikan imbal hasil obligasi dapat memberikan dukungan kepada Swiss franc. Namun, potensi intervensi Bank Nasional Swiss dengan menjual franc diperkirakan membatasi penguatannya, sehingga USD/CHF masih berpeluang bertahan menguat selama konflik dan kekhawatiran inflasi belum mereda.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id