Dolar Terpuruk ke Level Enam Pekan
Dolar AS kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/8) dan bertahan di bawah level psikologis 100. DXY berada di kisaran 99,66–99,68, turun sekitar 0,2% dan mendekati level terendah enam pekan. Pelemahan terjadi karena data tenaga kerja AS mengecewakan serta harapan pembukaan Selat Hormuz mengurangi permintaan dolar sebagai aset aman.
Data ADP menunjukkan perusahaan swasta AS hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000 dan melambat dari angka Juni yang direvisi menjadi 95.000. ISM Services PMI tetap menunjukkan ekspansi di 54,1, tetapi komponen tenaga kerjanya jatuh ke 47,4. Sinyal pelemahan tenaga kerja tersebut membuat pasar mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sedikit di bawah 60%.
Namun, dolar belum jatuh lebih dalam karena tekanan inflasi sektor jasa masih tinggi. Indeks harga yang dibayar ISM melonjak menjadi 70,3, memperlihatkan biaya perusahaan tetap memanas. Pejabat The Fed juga masih membuka peluang pengetatan tambahan apabila inflasi tidak segera bergerak menuju target 2%.
Sentimen risiko membaik setelah Iran dan Oman menunjukkan kemajuan mengenai pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Prospek pulihnya arus energi menekan harga minyak dan meredakan risiko inflasi, tetapi kesepakatan belum otomatis membuat selat langsung dibuka. Ketidakpastian tersebut membuat pasar belum berani menjual dolar secara agresif.
Di pasar mata uang utama, EUR/USD bergerak di sekitar 1,1556, GBP/USD 1,3485, dan AUD/USD 0,7063 karena pelemahan dolar serta meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Sementara itu, USD/JPY turun ke sekitar 157,41, dengan yen masih mempertahankan sebagian penguatan setelah intervensi bersama AS–Jepang.
Analisis Newsmaker: DXY masih memiliki bias bearish selama tertahan di bawah 100,00–100,20, dengan support di 99,50 dan 99,20. EUR/USD berpeluang menguji 1,1600 selama bertahan di atas 1,1520, sedangkan GBP/USD berpotensi menembus 1,3500–1,3550 jika dolar terus melemah. AUD/USD dapat menuju 0,7100 dengan support 0,7020. Untuk USD/JPY, penurunan di bawah 157,00 membuka peluang menuju 156,00–155,20, sementara kenaikan melewati 158,00 dapat kembali memicu kekhawatiran intervensi. Laporan NFP Jumat akan menjadi penentu apakah pelemahan dolar berlanjut atau berbalik. (arl)
Sumber: Newsmaker.id