Cook Beri Peringatan Keras soal Inflasi
Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan dirinya mendukung keputusan mempertahankan suku bunga pada rapat FOMC terakhir. Ia memilih menunggu lebih banyak data sebelum menentukan apakah kebijakan moneter AS perlu kembali diperketat. Suku bunga acuan saat ini berada di kisaran 3,50%–3,75%.
Namun, Cook menilai risiko inflasi saat ini lebih besar dibandingkan risiko pelemahan pasar tenaga kerja. Dalam pidatonya di Anchorage, Alaska, ia menegaskan siap mendukung kenaikan bunga apabila tidak segera terlihat kemajuan lanjutan dalam proses penurunan inflasi.
Cook juga menyoroti bahwa inflasi telah bertahan di atas target The Fed selama sekitar lima tahun. Kondisi tersebut berisiko membuat kenaikan harga tertanam dalam keputusan upah dan penetapan harga perusahaan, sehingga menjadi semakin sulit dikendalikan jika bank sentral terlambat bertindak. Tekanan harga dinilai masih berasal dari tarif perdagangan, konflik Timur Tengah, dan lonjakan investasi infrastruktur kecerdasan buatan. Meski faktor-faktor tersebut dapat mereda, Cook menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%.
Analisis Newsmaker: Pernyataan Cook bersifat hawkish dan dapat mendukung dolar AS serta yield obligasi, tetapi berpotensi menekan emas dan saham. Namun, pengaruhnya dapat tertahan oleh data ADP dan komponen ketenagakerjaan ISM yang lemah. Fokus pasar kini tertuju pada NFP; data kuat akan memperbesar peluang kenaikan bunga, sedangkan hasil lemah dapat kembali menekan dolar dan menopang emas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id