Dolar AS Tertekan, Pasar Ragukan Kenaikan Bunga September
Dolar AS melemah pada perdagangan Rabu (29/7) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9 lawan 3.
Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Meski terdapat tiga suara hawkish, pasar mulai meragukan apakah dukungan untuk kenaikan bunga pada September akan cukup kuat.
Indeks Dolar AS turun sekitar 0,5% ke area 100,90. Imbal hasil Treasury AS juga ikut melemah sehingga memicu aksi jual dolar secara luas.
EUR/USD naik sekitar 0,7% ke 1,1470, level tertinggi dalam lebih dari satu pekan. Pasar selanjutnya menantikan data pertumbuhan ekonomi, inflasi Jerman, sentimen ekonomi, dan pengangguran Zona Euro.
GBP/USD menguat sekitar 0,5% ke 1,3360 menjelang keputusan Bank of England. Sementara itu, USD/JPY turun ke sekitar 163,50 meskipun masih bertahan dekat level tertinggi beberapa dekade.
AUD/USD tetap melemah di sekitar 0,6945 karena inflasi Australia lebih rendah dari perkiraan. Dampaknya, pelemahan dolar dapat menopang emas dan mata uang utama, tetapi arah berikutnya tetap bergantung pada data inflasi serta sinyal kebijakan bank sentral. (arl)
Sumber : Newsmaker.id