Warsh: Target Inflasi 2%, The Fed Tak Mau Kompromi
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga diambil setelah diskusi yang aktif dan menyeluruh. Menurutnya, perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan dan pasar tenaga kerja yang tetap solid.
Warsh menegaskan The Fed hanya memiliki satu target inflasi, yaitu 2%. Ia membantah anggapan bahwa bank sentral mulai lebih toleran terhadap tingkat inflasi yang lebih tinggi.
The Fed juga memilih mengurangi panduan mengenai arah kebijakan berikutnya. Warsh menilai bank sentral perlu menghindari proyeksi yang terlalu jauh dan lebih fokus membaca tren inflasi serta perubahan kondisi ekonomi.
Menurut Warsh, inflasi tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu sembilan pekan. Namun, data inflasi terbaru mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan akan terus dipantau sebelum pertemuan berikutnya dalam tujuh hingga delapan pekan.
Warsh menambahkan bahwa kenaikan imbal hasil nominal dan riil menunjukkan kondisi keuangan masih cukup ketat. Ia juga menegaskan The Fed tidak akan ragu bertindak apabila tekanan inflasi kembali meluas akibat harga energi atau guncangan ekonomi lainnya.
Dampaknya, pernyataan Warsh cenderung hawkish karena menegaskan target inflasi 2% dan membuka peluang tindakan lanjutan. Sikap ini berpotensi menopang dolar dan imbal hasil obligasi, sekaligus membatasi kenaikan emas serta aset berisiko apabila data inflasi kembali menguat. (arl)
Sumber : Newsmaker.id