Dolar AS Melemah Dekati 101, Pasar Cermati Arah The Fed
Indeks Dolar Amerika Serikat atau DXY melemah mendekati level 101,00 pada perdagangan sesi Asia, Rabu (22/7). DXY bergerak di sekitar 101,15, seiring pelaku pasar mencermati ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini. Pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 29 Juli.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di sekitar 74,9%, naik dari 61,5% pada bulan sebelumnya. Kondisi ini membebani dolar AS karena ekspektasi kebijakan moneter yang tidak terlalu hawkish cenderung mengurangi daya tarik greenback.
Namun, pelemahan dolar masih tertahan oleh meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Militer AS dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-11 berturut-turut, dengan ledakan terjadi di wilayah Tabriz, barat laut Iran. Ancaman Houthi Yaman untuk menutup Bab el-Mandeb juga menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global dan perdagangan internasional.
Dari sisi dampak market, dolar AS masih berada di antara dua sentimen besar. Data inflasi yang lebih lemah dapat menekan DXY karena peluang kenaikan suku bunga menurun. Namun, konflik Timur Tengah, risiko gangguan jalur energi, dan kenaikan harga minyak dapat kembali menopang dolar sebagai aset safe haven. Jika ketegangan terus meningkat, volatilitas pada dolar, minyak, emas, dan aset berisiko berpotensi tetap tinggi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id