Dolar Tertahan, Investor Tunggu Bank Sentral
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi satu pekan pada perdagangan Selasa (21/7), sementara mata uang Asia bergerak dalam rentang terbatas. Investor masih menimbang eskalasi konflik di Timur Tengah dengan harapan awal adanya peluang gencatan senjata.
Indeks dolar AS berada di sekitar 100,93 setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 15 Juli pada perdagangan Senin. Euro menguat ke US$1,1420, sementara poundsterling naik 0,1% ke US$1,3448 setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham berjanji menjaga disiplin fiskal.
Konflik AS-Iran masih menjadi perhatian utama pasar. Komando Pusat AS menyatakan telah menyelesaikan serangan malam kesembilan berturut-turut terhadap pusat komando Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta infrastruktur maritim.
Risiko juga bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Ancaman ini memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah.
Harga minyak sempat bergerak tajam di dekat level tertinggi enam pekan sebelum akhirnya mereda. Pasar masih menimbang ancaman terhadap pasokan energi global dengan laporan bahwa mediator telah mengajukan proposal gencatan senjata 10 hari kepada Iran.
Dampaknya ke market, dolar AS masih berpeluang ditopang oleh sentimen safe haven dan yield Treasury yang tinggi. Namun, jika peluang gencatan senjata makin kuat, tekanan terhadap dolar bisa muncul. Fokus investor selanjutnya tertuju pada keputusan Bank Indonesia, pertemuan ECB, serta rapat Bank of Japan dan The Fed pekan depan.(arl)
Sumber : Newsmaker.id