Dolar AS Melemah Saat Pasar Menimbang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran
Dolar AS bergerak melemah pada awal Kamis (7/5) seiring membaiknya selera risiko setelah laporan mengenai peluang kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks dolar bertahan di zona merah di bawah 98,00, melanjutkan penurunan yang terlihat pada sesi sebelumnya.
Optimisme sempat mendorong reli aset berisiko di tengah pekan, namun pasar kembali lebih berhati-hati setelah Tasnim News Agency melaporkan proposal terbaru AS memuat sejumlah ketentuan yang dinilai “tidak dapat diterima”. Meski demikian, pelemahan dolar tetap berlanjut, sementara ekuitas AS menguat pada Rabu, mencerminkan posisi pasar yang masih condong risk-on namun sensitif terhadap perkembangan headline.
Kanal transmisi utamanya datang dari berkurangnya permintaan safe haven dan pergeseran ekspektasi kebijakan: meredanya tensi geopolitik menekan harga energi dan membantu menurunkan kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya dapat meredakan dorongan untuk suku bunga lebih ketat lebih lama. Dalam konteks ini, tekanan pada dolar biasanya muncul ketika premi risiko turun dan imbal hasil obligasi ikut melunak.
Fokus pasar hari ini tertuju pada respons resmi Iran terhadap proposal AS, serta rilis Initial Jobless Claims dan rangkaian pidato pejabat The Fed. Kombinasi data tenaga kerja dan nada komentar bank sentral akan menjadi penentu apakah pelemahan dolar berlanjut karena repricing ekspektasi suku bunga, atau justru tertahan bila data menguat dan retorika kembali hawkish.(yds)
Sumber: Newsmaker.id