Dolar Ambruk, Yen Ngegas, Sinyal Intervensi Diam-Diam?
Dolar AS jatuh tajam pada Senin (26/1), sementara yen Jepang melonjak karena pasar mencium aroma intervensi terkoordinasi AS–Jepang. Di 04:10 ET (09:10 GMT), Dollar Index turun 0,4% ke 96,975, level terendah sejak pertengahan September.
Tekanan terbesar ke dolar datang dari pasangan USD/JPY. Pada Jumat, pasangan ini sudah anjlok 1,7% dan lanjut melemah di awal pekan. Pasar menduga otoritas Jepang (dan mungkin AS) sedang “turun tangan” untuk mendukung yen yang sebelumnya tertekan.
Spekulasi makin kencang setelah muncul kabar New York Fed melakukan “rate checks” pada USD/JPY sekitar tengah hari Jumat—langkah yang sering dibaca pelaku pasar sebagai sinyal awal sebelum intervensi. Analis ING menyebut dugaan aksi jual USD/JPY terjadi di momen yang kurang bagus buat dolar, karena sentimen terhadap aset AS juga sedang rapuh.
Meski begitu, ING menilai gerakan ini bukan murni fundamental, dan pertemuan FOMC pekan ini malah bisa jadi sedikit mendukung dolar. The Fed akan menutup rapat kebijakan dua hari pada Rabu, dan pasar luas memperkirakan suku bunga ditahan. Fokus utama justru ke nada Jerome Powell soal kapan pemangkasan suku bunga dimulai; ING bahkan memperkirakan potensi cut di Maret dan Juni, meski ada risiko mundur sekitar tiga bulan.
Di Eropa, arus keluar dari dolar ikut mengangkat mata uang lain. EUR/USD naik 0,2% ke 1,1853, menembus area resistensi besar 1,1800/1810. Namun data Jerman agak nge-rem: indeks iklim bisnis Ifo bertahan di 87,6 pada Januari (ekspektasi 88,3). GBP/USD naik tipis 0,1% ke 1,3663, sementara USD/CHF turun 0,4% ke 0,7773—menunjukkan franc Swiss juga lagi dicari sebagai aset aman.
Di Asia, pasnagan USD/JPY turun lagi 1,1% ke 154,02, level terkuat yen sejak akhir November, memicu short covering setelah sebelumnya banyak posisi yang “ngincer yen melemah”. Pasar makin sensitif karena pejabat AS–Jepang dikabarkan intens berkomunikasi soal FX.
Sementara itu, USD/CNY turun 0,1% ke 6,9571, AUD/USD naik 0,2% ke 0,6911, dan NZD/USD naik 0,2% ke 0,5960.
Sumber: Newsmaker.id