Emas Pecah Rekor, Yen Menguat! Pasar Gelisah
Harga emas menembus $5.000 per ons pada hari Senin(26/1) karena investor beralih ke aset aman. Pelemahan dolar AS dan ketegangan geopolitik, termasuk isu Greenland dan sanksi terhadap Iran, membuat permintaan emas melonjak. Perak dan logam mulia lainnya juga naik karena investor mencari perlindungan dari gejolak pasar.
Yen Jepang (JPY) terus menguat terhadap dolar, menyentuh 153,99 per dolar setelah lonjakan pada hari Jumat. Spekulasi intervensi bersama AS-Jepang membuat trader berhati-hati melakukan short selling terhadap yen. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan pemerintah akan menindak spekulasi yang berlebihan, meningkatkan kemungkinan intervensi pasar.
Indeks Nikkei Jepang turun hampir 2%, sementara futures S&P 500 dan Eropa juga melemah. Investor menunggu pertemuan Federal Reserve akhir pekan ini, sambil tetap waspada terhadap sanksi AS terhadap Iran dan ketegangan geopolitik lainnya.
Indeks dolar AS turun ke level terendah empat bulan, memperkuat tren penguatan yen dan logam mulia. Analis mengatakan pelemahan dolar memberikan peluang bagi Jepang untuk menekan pelemahan yen, sementara pasar obligasi tetap sensitif terhadap kebijakan fiskal dan langkah politik lokal.
Harga minyak stabil setelah melonjak sebelumnya karena kekhawatiran sanksi AS terhadap Iran. Minyak Brent berada di $65,91 per barel, sementara WTI di $61,1 per barel, menandakan pasar energi juga masih terpengaruh ketegangan geopolitik global. (az)
Sumber: Newsmaker.id