Emas Turun, Inflasi Kembali Jadi Ancaman
Harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin (13/7) karena konflik Timur Tengah kembali memanas. Serangan baru antara AS dan Iran membuat pasar khawatir harga energi akan naik lebih tinggi dan memicu tekanan inflasi baru.
Pada pukul 09.35 ET atau 14.35 GMT, XAU/USD melemah 1,5% ke level US$4.060,64 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 1,2% ke US$4.064,45 per troy ounce. Pelemahan ini membuat emas mencatat tekanan untuk sesi kedua berturut-turut.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran, menyusul serangan terhadap kapal kargo berbendera Siprus di Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur pelayaran penting tersebut ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, namun klaim itu dibantah oleh pejabat Amerika Serikat.
Kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang menekan emas. Harga minyak masih bertahan lebih dari 3% lebih tinggi setelah sempat melonjak hampir 5%. Jika harga energi terus naik, risiko inflasi bisa kembali membesar dan membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang 69% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Risalah pertemuan The Fed bulan Juni juga menunjukkan beberapa pejabat menilai ada alasan untuk kembali menaikkan suku bunga, terutama karena kekhawatiran terhadap inflasi masih cukup kuat.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data CPI AS hari Selasa dan testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Jika CPI lebih panas dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat dan emas bisa kembali tertekan. Namun, jika inflasi lebih jinak, emas berpeluang stabil setelah penurunan terakhir.
Secara teknikal, emas masih mendapat perhatian di area psikologis US$4.000. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.200–US$4.220, peluang pemulihan yang lebih luas bisa terbuka. Namun selama inflasi, minyak, dan suku bunga masih menjadi ancaman, pergerakan emas berpotensi tetap berat. (arl)
Sumber : Newsmaker.id