Poundsterling Melemah Setelah Kemenangan Andy Burnham
Poundsterling Inggris melemah hingga berada di bawah level US$1,32 pada perdagangan terbaru pada Jumat (19/06). Posisi ini menjadi level terendah sejak akhir Maret. Tekanan terhadap sterling muncul setelah Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, memenangkan pemilu sela Makerfield dengan perolehan 54,8% suara, yang memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh potensial penantang Perdana Menteri Keir Starmer.
Kemenangan Burnham menambah ketidakpastian politik di Inggris. Investor menilai hasil tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap kepemimpinan Starmer, terutama jika dukungan politik terhadap Burnham terus meningkat. Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung berhati-hati karena perubahan dinamika politik dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan sentimen terhadap aset Inggris.
Selain faktor politik, pasar juga mencerna keputusan terbaru Bank of England. Sesuai perkiraan, BoE mempertahankan suku bunga di level 3,75% melalui voting 7–2. Bank sentral tetap menunjukkan sikap hati-hati karena masih terdapat ketidakpastian mengenai dampak ekonomi dari lonjakan harga energi yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
BoE menegaskan siap merespons apabila tekanan inflasi kembali meningkat. Namun, bank sentral juga menurunkan proyeksi puncak inflasi kuartal IV 2026 menjadi 3,25% dari sebelumnya 3,6%. Di sisi lain, tekanan terhadap pound semakin besar setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga, tetapi sejumlah pejabatnya memberi sinyal peluang pengetatan lanjutan tahun ini. Kombinasi ketidakpastian politik Inggris, sikap hati-hati BoE, dan sinyal hawkish The Fed membuat ruang pemulihan sterling masih terbatas. (asd)
Sumber: Newsmaker.id