GBP/USD bertahan karena penutupan pemerintah AS meredam sentimen rumah tangga
GBP/USD mempertahankan penguatan tipis pada hari Jumat di tengah minimnya rilis data ekonomi di Inggris, karena pasar mencerna data ekonomi yang terbatas di tengah penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung. Pasangan ini diperdagangkan di 1,3148, naik 0,10% setelah mencapai level terendah harian di 1,3095.
Sterling sedikit menguat karena Dolar stabil; data sentimen AS yang lemah dan komentar The Fed membatasi optimisme pasar
Greenback telah pulih sedikit selama seminggu, namun tetap diperkirakan akan berakhir dengan penurunan 0,27%, menurut Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang. DXY berada di 99,45 setelah mencapai level tertinggi enam bulan di 100,36.
Para pejabat Federal Reserve (Fed) menyampaikan pernyataan pada hari Jumat. Wakil Ketua Philip Jeffferson mengatakan bahwa "The Fed harus melanjutkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut secara perlahan seiring kebijakan mendekati tingkat netral." Ia berkomentar bahwa pendekatannya akan dilakukan dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya dan menyebutkan "potensi kurangnya data pemerintah akibat penutupan pemerintah."
Pada hari Jumat, Universitas Michigan mengungkapkan bahwa Sentimen Konsumen pada bulan November anjlok menjadi 50,3 dari 53,6 pada bulan Oktober. Survei tersebut mencatat bahwa "Dengan penutupan pemerintah federal yang berlangsung lebih dari sebulan, konsumen kini mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi konsekuensi negatif bagi perekonomian."
Ekspektasi inflasi untuk periode satu tahun naik menjadi 4,7% dari 4,6% dan untuk periode lima tahun turun dari 3,9% menjadi 3,6%.
Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan kepada CNN bahwa penutupan pemerintah merugikan perekonomian lebih dari yang mereka perkirakan, mengantisipasi penurunan pertumbuhan PDB sebesar 1 hingga 1,5% pada kuartal ini.(cp)
Sumber: Fxstreet