EUR/USD Melemah saat Risiko Iran Angkat Dolar
EUR/USD bergerak melemah ke sekitar 1,1635 pada sesi Asia awal Selasa (26/5), seiring dolar AS mendapat dukungan dari sentimen safe haven di tengah ketidakpastian arah kesepakatan damai AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Tekanan pada euro muncul setelah laporan bahwa pasukan AS melakukan serangan “defensif” di selatan Iran pada Senin. Menurut keterangan yang dikutip media, sasaran serangan mencakup lokasi peluncuran rudal serta kapal Iran yang disebut berupaya menempatkan ranjau, sementara militer AS menyatakan akan melindungi pasukannya sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Hormuz “berjalan dengan baik.” Namun rangkaian headline yang saling bertolak belakang membuat pasar lebih fokus pada risiko eskalasi, yang umumnya mendorong permintaan dolar dan membebani pasangan EUR/USD.
Dari sisi Eropa, nada kebijakan ECB yang cenderung lebih hawkish menjadi faktor penahan pelemahan euro. Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengatakan bank sentral makin condong ke kenaikan suku bunga bulan depan karena konflik Iran menambah tekanan inflasi.
Pasar kini mematok peluang sekitar 85% untuk kenaikan 25 bps pada pertemuan ECB bulan Juni (berdasarkan ECB Watch Tool). Jika ekspektasi pengetatan ini menguat, selisih ekspektasi suku bunga dapat membantu membatasi penurunan euro meski arus safe haven masih mendukung dolar.
Pelaku pasar juga menunggu komentar pejabat ECB Olaf Sleijpen dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari pada Selasa, yang berpotensi memengaruhi penilaian pasar terhadap jalur suku bunga dan arah EUR/USD, terutama di tengah volatilitas headline geopolitik.(asd)
Sumber : Newsmaker.id