AUD/USD Melemah seiring Dolar AS menguat
AUD/USD diperdagangkan 0,2% lebih rendah di kisaran 0,6540 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Jumat. Pasangan mata uang Australia menghadapi tekanan jual karena Dolar AS (USD) menunjukkan penguatan berkat berbagai faktor pendorong seperti penurunan ekspektasi dovish Federal Reserve (Fed), dan pengumuman kemungkinan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok paling cepat minggu depan.
Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan menguat mendekati level tertinggi hampir tiga bulan di 99,70 yang tercatat pada hari Kamis.
Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,50%-3,75% pada pertemuan bulan Desember telah menurun menjadi 72,8% dari 91,1% yang tercatat seminggu yang lalu.
Para pedagang memangkas taruhan dovish The Fed setelah Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga Desember "jauh dari pasti". Powell mengklarifikasi bahwa terdapat "perbedaan pandangan yang sangat besar" dalam pertemuan tersebut, dan kesimpulannya adalah "kami belum membuat keputusan tentang Desember", lapor Bloomberg.
Pada hari Kamis, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dalam sebuah wawancara di Fox Business Network bahwa "perjanjian Kuala Lumpur telah selesai pada tengah malam tadi, jadi saya perkirakan kita akan bertukar tanda tangan secepatnya minggu depan".
Skenario penandatanganan perjanjian perdagangan antara AS dan Tiongkok juga menguntungkan bagi Dolar Australia (AUD), mengingat tingginya ketergantungan Australia pada ekspornya ke Beijing.
Sementara itu, meredanya harapan akan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Australia (RBA) tahun ini diperkirakan akan memperkuat Dolar Australia. Taruhan dovish RBA telah mereda karena tekanan inflasi yang semakin meningkat.
Setelah laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) kuartal ketiga yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari proyeksi, inflasi di tingkat produsen pada kuartal ketiga juga lebih tinggi dari ekspektasi. Sebelumnya, Biro Statistik Australia melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (IHP) tumbuh sebesar 1% pada periode Juli-September, lebih cepat dari perkiraan 0,8% dan angka sebelumnya 0,7%.(CP)
Sumber: Fxstreet