NFP Lemah dan ETF Inflow Jadi Bahan Bakar Bitcoin
Bitcoin menguat pada perdagangan Jumat (3/7) dan bergerak dekat level US$62.000, setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$61.902, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$62.271. Pergerakan ini melanjutkan pemulihan dari tekanan awal pekan, ketika Bitcoin sempat jatuh ke bawah US$58.000 dan menyentuh level terendah dalam hampir dua tahun.
Sentimen pasar membaik setelah laporan Nonfarm Payrolls AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar dan memperkuat sinyal bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai melambat.
Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto, karena suku bunga yang lebih rendah atau ekspektasi pengetatan yang mereda dapat meningkatkan likuiditas dan minisiko seperti kripto, karena suku bunga yang lebih rendahat terhadap aset spekulatif.
Selain faktor makro, Bitcoin juga mendapat dukungan dari membaiknya arus dana ke ETF spot Bitcoin. Setelah beberapa pekan dibayangi outflow, laporan pasar menunjukkan ETF Bitcoin spot AS kembali mencatat net inflow sebesar US$221,7 juta pada 2 Juli, mengakhiri tekanan penarikan dana yang sebelumnya membebani harga.
Meski rebound, tekanan besar terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang. Sepanjang paruh pertama 2026, Bitcoin masih turun lebih dari 30% akibat melemahnya permintaan institusional, berkurangnya selera risiko, dan ketidakpastian arah regulasi kripto di Amerika Serikat.
Investor juga masih mencermati perkembangan pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian geopolitik sebelumnya membuat pasar lebih berhati-hati terhadap aset berisiko tinggi. Namun, jika ketegangan mereda dan harga energi tetap turun, tekanan inflasi dapat berkurang dan memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga.
Di pasar altcoin, Ethereum bergerak di sekitar US$1.624,95. XRP berada di sekitar US$1,059, sementara Solana naik ke area US$77,97. Dogecoin juga menguat ke sekitar US$0,0763. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi mulai menyebar ke sebagian pasar kripto.
Secara teknikal, area US$62.000 menjadi resistance penting bagi Bitcoin. Jika harga mampu bertahan dan menembus area tersebut secara konsisten, peluang kenaikan lanjutan menuju US$63.500 hingga US$65.000 dapat terbuka.
Namun, jika Bitcoin gagal mempertahankan momentum dan kembali turun di bawah US$60.000, tekanan jual berisiko muncul lagi. Untuk saat ini, arah pasar kripto masih sangat bergantung pada arus ETF, pergerakan dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, dan sentimen risiko global.(arl)
Sumber: Newsmaker.id