Bailey: Konflik Gagalkan Inflasi Inggris Sentuh Target
Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan dirinya frustrasi karena inflasi Inggris gagal kembali ke target 2% akibat konflik yang mendorong tekanan harga energi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi panel pada konferensi ekonomi di Aix-en-Provence, Prancis, Jumat (3/7).
Bailey mengatakan ia meyakini inflasi Inggris sebenarnya bisa mencapai 2% sekitar satu bulan lalu jika konflik tidak pecah. Namun, lonjakan harga energi dan dampaknya terhadap ekonomi membuat tekanan inflasi kembali bertahan lebih tinggi dari target bank sentral.
Inflasi Inggris saat ini berada di 2,8%, masih di atas target Bank of England sebesar 2%. Meski demikian, Bailey menegaskan bank sentral tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke target dengan cara yang paling masuk akal untuk menjaga stabilitas harga jangka panjang.
Bailey menekankan bahwa BoE tidak ingin menekan output ekonomi secara berlebihan jika hal tersebut tidak diperlukan. Menurutnya, tantangan utama bank sentral adalah menurunkan inflasi tanpa menciptakan kerusakan yang tidak perlu terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa BoE masih berusaha menyeimbangkan dua risiko besar. Di satu sisi, inflasi harus dikendalikan agar tidak bertahan terlalu lama di atas target. Di sisi lain, kebijakan yang terlalu ketat dapat memperlambat ekonomi Inggris lebih dalam.
Sebelumnya, BoE mempertahankan suku bunga di level 3,75%. Bank sentral menilai harga energi sudah turun dari lonjakan awal, tetapi masih cukup tinggi akibat perang di Timur Tengah. Kondisi ini membuat prospek inflasi tetap sulit diprediksi.
BoE juga memperingatkan bahwa kenaikan harga energi dapat merambat ke biaya rumah tangga, biaya bisnis, dan tuntutan upah pekerja. Jika efek lanjutan tersebut muncul, inflasi bisa lebih sulit kembali ke target dan memaksa bank sentral mempertahankan sikap hati-hati lebih lama.
Bagi pasar, komentar Bailey memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga masih belum menjadi pilihan utama dalam waktu dekat. Selama inflasi masih berada di atas target dan dampak energi belum sepenuhnya jelas, BoE kemungkinan akan tetap berhati-hati sebelum mengubah arah kebijakan.
Secara keseluruhan, Bailey menegaskan bahwa Bank of England tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke 2%. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara terukur agar stabilitas harga tercapai tanpa menekan ekonomi Inggris lebih dalam dari yang diperlukan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id