NFP Jauh di Bawah Ekspektasi, Crypto Dapat Angin Segar
Bitcoin menguat pada perdagangan Kamis (2/7) dan kembali bergerak di atas level US$61.000 setelah data tenaga kerja Amerika Serikat keluar lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut meredakan kekhawatiran pasar bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$61.427, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$62.056 dan level terendah di US$59.541. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan sentimen jangka pendek setelah aset kripto terbesar dunia tersebut sempat tertekan tajam sepanjang paruh pertama 2026.
Dukungan utama datang dari laporan Nonfarm Payrolls AS. Ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sekitar 110.000 hingga 115.000. Angka Mei juga direvisi turun menjadi 129.000, memperkuat sinyal bahwa momentum pasar tenaga kerja mulai melambat.
Meski tingkat pengangguran turun ke 4,2%, penurunan tersebut sebagian dipengaruhi oleh melemahnya partisipasi angkatan kerja. Kondisi ini membuat pasar menilai The Fed memiliki ruang lebih besar untuk menahan suku bunga, setidaknya dalam jangka pendek.
Bagi Bitcoin, data tenaga kerja yang lebih lemah menjadi sentimen positif karena mengurangi tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga. Suku bunga tinggi biasanya menjadi beban bagi aset spekulatif seperti kripto, karena investor cenderung memilih aset berbasis dolar atau obligasi yang menawarkan imbal hasil lebih jelas.
Namun, tekanan fundamental terhadap Bitcoin belum sepenuhnya hilang. Sepanjang enam bulan pertama 2026, Bitcoin masih mencatat pelemahan lebih dari 30%. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi ETF outflow, menurunnya selera risiko, dan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham artificial intelligence atau AI.
Arus keluar dari ETF Bitcoin spot masih menjadi perhatian pasar. Produk ETF yang sebelumnya menjadi katalis besar bagi kripto kini justru menunjukkan tekanan jual institusional. Selama aliran dana ke ETF belum kembali positif secara konsisten, ruang kenaikan Bitcoin berpotensi tetap terbatas.
Selain itu, investor masih mencermati ketidakpastian geopolitik terkait pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Meskipun proses diplomasi masih berjalan, belum ada kepastian penuh mengenai kesepakatan permanen. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap aset berisiko tinggi.
Di pasar altcoin, Ethereum bergerak di sekitar US$1.624,95. XRP berada di sekitar US$1,059. Sejumlah altcoin lain seperti Solana dan Cardano juga menguat setelah data payroll AS meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
Secara keseluruhan, rebound Bitcoin saat ini lebih banyak dipicu oleh sentimen makro setelah data NFP melemah. Untuk menjaga momentum pemulihan, Bitcoin perlu bertahan di atas area US$60.000 dan menembus resistance US$62.000 hingga US$63.000 secara konsisten.
Jika tekanan suku bunga terus mereda dan ETF outflow mulai berkurang, Bitcoin berpeluang melanjutkan rebound. Namun, jika The Fed kembali memberi sinyal hawkish atau dolar AS menguat lagi, harga Bitcoin masih berisiko kembali turun ke area US$60.000 hingga US$59.000.(arl)
Sumber: Newsmaker.id