Kripto Bergerak Hati-Hati Jelang Negosiasi Teknis AS-Iran
Bitcoin bergerak terbatas pada perdagangan sesi Eropa, Senin (22/6), setelah reli singkat pada akhir pekan gagal berlanjut. Aset kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan di sekitar level US$64.089, dengan pergerakan harian berada di kisaran US$63.226 hingga US$64.607. Kenaikan yang sempat mendekati area US$65.000 mulai kehilangan tenaga karena investor masih mencermati arah sentimen global, terutama perkembangan terbaru dari negosiasi Amerika Serikat dan Iran.
Dari sisi fundamental, pelaku pasar menimbang kabar positif sekaligus risiko baru dari pembicaraan damai AS-Iran di Swiss. Sejumlah laporan menyebutkan adanya “kemajuan menggembirakan” dalam perundingan yang dimediasi Qatar dan Pakistan, termasuk rencana pembahasan teknis lanjutan serta peta jalan menuju kesepakatan final dalam 60 hari. Namun, sentimen belum sepenuhnya stabil karena isu Lebanon, Hezbollah, dan jalur pelayaran Selat Hormuz masih menjadi titik rawan yang berpotensi kembali memicu ketegangan geopolitik.
Meski optimisme diplomasi membantu menahan tekanan jual, pasar kripto belum mampu mengikuti laju aset berisiko lain secara agresif. Investor global masih terlihat lebih selektif dalam mengambil risiko, terutama ketika sebagian dana beralih ke saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dianggap memiliki fundamental pertumbuhan lebih jelas. Di sisi lain, tekanan dari arus keluar produk ETF Bitcoin spot dalam beberapa pekan terakhir turut membatasi minat institusional terhadap aset digital. Kondisi ini membuat Bitcoin cenderung bergerak hati-hati meskipun tekanan geopolitik mulai sedikit mereda.
Pergerakan altcoin juga masih belum menunjukkan dorongan kuat. Ethereum, sebagai aset kripto terbesar kedua, bergerak di sekitar US$1.745,51 dengan rentang harian US$1.704,05 hingga US$1.750,86. Secara umum, pasar kripto masih membutuhkan katalis yang lebih solid untuk keluar dari tekanan, baik dari sisi arus dana ETF, kejelasan arah suku bunga global, maupun perkembangan geopolitik Timur Tengah. Selama Bitcoin belum mampu bertahan kuat di atas area US$65.000, pelaku pasar kemungkinan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi baru. (arl)
Sumber : Newsmaker.id