The Fed di Depan Mata, Bitcoin Tergelincir
Bitcoin bergerak sedikit melemah pada Rabu (29/4) ketika pasar menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve dan menimbang risiko geopolitik dari potensi perpanjangan blokade AS terhadap Iran. BTC terakhir turun 0,3% ke US$76.095 pada 09:47 ET, dengan pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang sinyal terbaru bank sentral AS.
The Fed secara luas diperkirakan menahan suku bunga, tetapi fokus utama ada pada panduan kebijakan di tengah lonjakan harga minyak yang kembali memunculkan kekhawatiran inflasi global. Rapat ini juga dipandang berpotensi menjadi yang terakhir dipimpin Jerome Powell, dengan Kevin Warsh disebut sebagai kandidat penerus yang menonjol.
Dari sisi geopolitik, laporan Wall Street Journal menyebut Presiden Donald Trump menginstruksikan timnya menyiapkan skenario blokade berkepanjangan terhadap Iran, memilih tekanan ekonomi ketimbang eskalasi militer baru atau menarik diri dari konflik. Laporan itu mengikuti penolakan AS terhadap proposal tiga langkah Iran yang menawarkan pembukaan Selat Hormuz sembari menunda pembahasan nuklir. Ketegangan tersebut menjaga harga minyak di atas US$110/barel, menambah ketidakpastian bagi aset berisiko.
Perdagangan kripto juga diwarnai likuidasi besar, dengan total likuidasi dilaporkan lebih dari US$290 juta dalam 24 jam terakhir. Secara teknikal, pelaku pasar menilai Bitcoin masih bergerak dalam rentang, dengan resistance di sekitar US$80.000 dan area US$76.000–US$77.000 sebagai support terdekat yang diamati.
Altcoin cenderung bergerak terbatas: Ethereum turun sekitar 0.3% ke US$2.279,92, XRP relatif datar di US$1,37, sementara Solana dan Cardano masing-masing turun 0,7% dan Polygon stabil. Di segmen meme token, Dogecoin melonjak lebih dari 4% di tengah perdagangan yang masih berhati-hati.(Arl)
Sumber: Newsmaker.id