Emas Melemah 3 Sesi, Pasar Reprice “Higher for Longer”
Harga emas melanjutkan pelemahannya pada hari Rabu (29/4) karena pasar tetap fokus pada peluang pembicaraan AS–Iran, sementara penutupan Selat Hormuz yang tak kunjung normal mempertahankan risiko inflasi energi. Bullion sempat turun hingga 1,9% ke area sedikit di atas US$4.500/oz, setelah merosot 2,4% dalam dua sesi sebelumnya.
Tekanan datang dari kombinasi geopolitik dan kebijakan. AS mengisyaratkan tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran untuk menekan ekspor minyak Teheran dan memaksa kembali ke meja negosiasi. Di sisi lain, mediator di Pakistan disebut menunggu Iran mengajukan proposal revisi dalam beberapa hari ke depan, sehingga pasar tetap headline-driven dan volatil.
Kanal transmisinya terutama lewat energi dan suku bunga. Guncangan pasokan energi mendorong kekhawatiran inflasi, meningkatkan peluang bank sentral mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama atau bahkan kembali mempertimbangkan pengetatan, yang biasanya menjadi beban bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Kenaikan yield juga menaikkan opportunity cost memegang emas, sementara logam ini tercatat sudah turun sekitar 13% sejak konflik pecah akhir Februari.
Dari sisi teknikal, aksi jual disebut meningkat setelah harga menembus area support sekitar US$4.650, dengan perhatian pasar tertuju pada apakah pembukaan kembali Hormuz bisa menurunkan minyak dan meredakan tekanan inflasi sebagai katalis pemulihan jangka pendek. Pada 16:15 waktu London, spot gold turun 1,3% ke US$4.537,21/oz; perak turun 2,1% ke US$71,55/oz, sementara indeks dolar Bloomberg naik 0,2%.
Fokus berikutnya adalah sinyal nyata soal kelanjutan mediasi AS–Iran, dinamika minyak, serta keputusan suku bunga di AS, Eropa, dan Inggris yang akan membentuk arah dolar dan yield.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id