• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

2 December 2025 17:11  |

Kripto Kena Hantam Makro Global, Saatnya Panic Sell atau Borong Murah?

Pasar mata uang kripto pada hari Selasa (2/12), diperdagangankan dalam suasana hati-hati setelah kejatuhan tajam di awal Desember. Bitcoin (BTC) sempat anjlok hingga mendekati $84.000–85.000, memicu likuidasi posisi leverage hampir $1 miliar dan memperlihatkan betapa rapuhnya sentimen pasar saat ini. Saat ini diperdagangkan di sekitar $86.000–87.000, Bitcoin hanya mampu mencatat kenaikan tipis setelah penurunan lebih dari 5–6% pada sesi sebelumnya, menandakan fase konsolidasi yang masih rapuh dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Tekanan di pasar kripto tidak datang dari sisi teknikal saja, tetapi juga dari faktor makro. Penjualan besar-besaran di pasar obligasi global, spekulasi kenaikan suku bunga dari Bank of Japan, serta ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko, termasuk kripto. Di saat yang sama, pasar juga mencerna berbagai berita regulasi dan institusional, mulai dari akses baru ke produk ETF kripto hingga sikap beragam manajer aset besar terhadap eksposur Bitcoin. Kombinasi faktor ini mendorong sentimen “risk-off”: banyak pelaku pasar memilih menunggu kejelasan data ekonomi AS dan sinyal lebih jelas dari bank sentral sebelum kembali agresif di pasar kript

Di luar Bitcoin, pergerakan altcoin cenderung campuran. Ethereum bergerak di kisaran $2.800 dengan tekanan jual yang masih terasa, sementara XRP dan beberapa koin besar lain melanjutkan koreksi awal bulan. Menariknya, ada juga kantong-kantong kekuatan: beberapa jaringan seperti Aptos justru mencatat arus masuk stablecoin terbesar dalam 24 jam terakhir, mengalahkan Ethereum dan BNB Chain, yang mengisyaratkan adanya rotasi modal ke ekosistem tertentu meski pasar secara umum sedang tertekan. Di sisi lain, analis seperti Tom Lee masih melihat penurunan harga terbaru sebagai peluang masuk jangka menengah, dengan proyeksi Bitcoin berpotensi kembali ke kisaran $100.000 dalam skenario pemangkasan suku bunga The Fed dan berlanjutnya adopsi institusional.

Secara fundamental, gambaran besar hari ini adalah pasar kripto yang sedang “reset”: leverage sedang dipaksa keluar, pelaku pasar menyesuaikan diri dengan perubahan suku bunga dan likuiditas global, sementara narasi jangka panjang seperti adopsi institusional, upgrade jaringan, dan inovasi DeFi/Web3 tetap berjalan di latar belakang. Selama ketidakpastian makro—khususnya soal kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil obligasi—belum mereda, pergerakan kripto berpotensi tetap volatil, dengan Bitcoin menjadi barometer utama apakah fase koreksi ini akan berlanjut lebih dalam atau justru berubah menjadi titik awal rebound berikutnya. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

Crypto

Bitcoin Jatuh di Bawah $113.000, Dekati Terendah 6 Pekan

Bitcoin turun di bawah $113.000 pada Senin, mendekati level terendah enam pekan meski pasar masih bertaruh The Fed akan meman...

25 August 2025 14:32
Crypto

Hari Berat untuk Kripto, Bitcoin dan Ethereum Kompak Terteka...

  Pasar kripto utama pada Jumat (14/11), masih berada dalam tekanan jual kuat. Bitcoin (BTC) sempat jatuh menembus level p...

14 November 2025 17:06
Crypto

Pasca Deleveraging, Kripto Cari Arah

Pasar kripto diperdagangkan sedikit menguat pada Rabu (24/9). Bitcoin bergerak sempit di kisaran $112K–$113K, sementara Eth...

25 September 2025 04:19
Crypto

Menjelang CPI, Sentimen Dovish Dongkrak Kripto

Pasar kripto menguat di hari Kamis (11/9). Bitcoin (BTC) bergerak sekitar $114K, sementara Ethereum (ETH) di kisaran $4.43K d...

11 September 2025 18:09
BIAS23.com NM23 Ai