Harga Perak Turun Terkait Optimisme Pembicaraan Perdagangan AS-Tiongkok
Harga perak (XAG/USD) turun pada hari Rabu (7/5) selama jam perdagangan Asia, bertahan di sekitar $33,00 per troy ons setelah dua hari berturut-turut naik. Penurunan terjadi karena permintaan safe haven melemah menyusul berita bahwa pejabat AS dan Tiongkok akan bertemu minggu ini untuk membahas perdagangan, meningkatkan harapan de-eskalasi.
Dalam perkembangan penting, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di Jenewa selama akhir pekan. Ini menandai dialog tingkat tinggi pertama sejak AS memberlakukan tarif yang memicu konflik perdagangan global. Kementerian Perdagangan Tiongkok mengonfirmasi kesediaan Beijing untuk terlibat, dengan mempertimbangkan proposal AS, sentimen global, dan kepentingan domestik.
Dolar AS yang lebih kuat juga membebani Perak yang didenominasi dolar, karena investor menjadi berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) di sesi Amerika Utara nanti. Greenback yang lebih kuat mengurangi daya tarik Perak bagi pemegang mata uang lainnya.
Peningkatan Perak sebelumnya didorong oleh reaksi investor terhadap pernyataan perdagangan terbaru Presiden Donald Trump. Sementara ia mengesampingkan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping minggu ini, ia mengisyaratkan kemungkinan pencabutan tarif 145% atas barang-barang Tiongkok. Namun, pengumumannya tentang tarif baru 100% atas film asing dan kemungkinan pungutan atas farmasi telah menambah ketidakpastian pasar.
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah, dengan pasar memantau dengan cermat komentar Ketua Jerome Powell di tengah volatilitas terkait perdagangan yang sedang berlangsung dan tekanan dari Presiden Trump untuk memangkas suku bunga. (Arl)
Sumber: Fxstreet