Perak Naik Tipis Mendekati $30,50, Menjelang Keputusan Suku Bunga Fed
Harga Perak (XAG/USD) diperdagangkan dengan sedikit kenaikan di sekitar $30,40 selama jam perdagangan Asia pada hari Rabu (29/1). Ketidakpastian seputar kebijakan tarif baru di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dapat memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia tersebut. Nanti pada hari Rabu, semua mata akan tertuju pada pertemuan Federal Reserve (Fed).
Keputusan suku bunga Fed pada hari Rabu akan memainkan peran penting dalam membentuk arah harga Perak. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan Januari di kisaran saat ini 4,25%–4,50%. Pada bulan Desember, Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa Fed akan memberikan lebih sedikit pemotongan suku bunga pada tahun 2025 daripada yang diproyeksikan sebelumnya
Namun, investor akan mencermati Konferensi Pers untuk mendapatkan lebih banyak isyarat tentang prospek suku bunga AS. Jika Fed mengambil pendekatan wait-and-see terhadap kebijakan pemerintahan Trump, ini dapat mengangkat Greenback dan membebani harga komoditas berdenominasi USD dalam waktu dekat.
Selain itu, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat membebani permintaan Perak karena Tiongkok merupakan konsumen utama perak. Aktivitas manufaktur Tiongkok secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Januari, yang merupakan yang terlemah sejak bulan Agustus. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur negara tersebut mengalami kontraksi menjadi 49,1 pada bulan Januari. Angka ini berada di bawah angka sebelumnya dan konsensus pasar sebesar 50,1.
Di sisi lain, permintaan safe haven di tengah konflik Rusia dan Ukraina yang sedang berlangsung dapat meningkatkan logam putih tersebut. Pejabat dan media melaporkan pada hari Rabu bahwa pesawat nirawak Ukraina menargetkan fasilitas minyak dan listrik di wilayah barat Rusia. (Arl)
Sumber: Fxstreet