Perak Kembali Ke Level Tertinggi Karena Dolar AS Terus Melemah
Harga perak (XAG/USD) kembali ke level tertinggi lebih dari sebulan di $30,95 pada sesi Eropa hari Rabu (22/1). Logam putih ini menguat karena Dolar AS (USD) terus melemah karena rencana tarif yang tidak terlalu mengkhawatirkan yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam dua hari pertama pemerintahannya.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, kembali ke level terendah dua minggu di 107,80. Dolar AS yang lebih rendah membuat harga Perak menjadi murah bagi investor. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun mendekati 4,57%.
Trump telah mengumumkan tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada dan sedang membahas tarif 10% untuk Tiongkok mulai 1 Februari. Namun, komentarnya selama kampanye pemilihan mengindikasikan bahwa tarif akan jauh lebih tinggi daripada yang sebenarnya diumumkannya.
Tarif yang lebih rendah oleh Trump juga akan membebani spekulasi pasar bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk waktu yang lebih lama. Pelaku pasar mengantisipasi bahwa tarif yang lebih tinggi akan meningkatkan permintaan barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. Skenario ini akan mempercepat tekanan inflasi.
Saat ini, alat CME FedWatch menunjukkan bahwa para pedagang yakin bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya dalam kisaran 4,25%-4,50% dalam tiga pertemuan kebijakan mendatang.(ayu)
Sumber: FXStreet