ATH Lagi! Perak Terangkat di Tengah Gejolak Global
Harga perak (XAG/USD) melanjutkan reli pada hari Rabu(14/1) dan periklanan di sekitar $90,50, naik sekitar 4,3% dalam sehari. Perak mencatat kenaikan empat hari berturut-turut dan mencetak rekor tertinggi baru, didorong kombinasi faktor makro dan geopolitik yang membuat aset safe-haven kembali diburu.
Dukungan terbesar datang dari meningkatnya ketegangan di Iran. Gelombang protes yang memicu inflasi tinggi, melemahnya Rial, dan isu korupsi memicu penindakan keras yang dilaporkan menelan banyak korban. Situasi semakin panas setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa aksi militer bisa mempertimbangkan jika kekerasan terhadap demonstrasi berlanjut—membuat pasar global lebih waspada.
Selain geopolitik, investor juga menyorot isu independensi Federal Reserve. Munculnya tuntutan pidana yang menyeret Ketua The Fed Jerome Powell terkait proyek usulan kantor bank sentral memicu kekhawatiran bahwa kebijakan moneter AS bisa semakin dipolitisasi. Powell sendiri mengecam langkah itu sebagai bermotif politik, dan sentimen tersebut ikut mendorong arus ke logam mulia seperti perak.
Tekanan terhadap dolar sempat kuat, meski kemudian mulai stabil setelah dukungan dibuka dari sejumlah bank sentral besar dunia. Namun secara umum, pasar masih menilai perak tetap menarik karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, potensi turunnya imbal hasil riil, serta permintaan fisik yang masih kuat. Selama perjalanan belum reda, perak berpeluang tetap “betah” di level tinggi.(alg)
Sumber: Newsmaker.id