Perak Terkoreksi, Namun Tetap Menuju Kinerja Terbaik Sejak 1979
Harga perak stabil setelah mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari lima tahun pada sesi sebelumnya, di tengah aksi ambil untung setelah reli akhir tahun yang kuat. Perak bertahan di atas $71 per ons pada hari Selasa, meskipun turun 9% pada sesi sebelumnya. Emas sedikit berubah, diperdagangkan di sekitar $4.340, setelah merosot 4,4%. Penurunan ini disebabkan oleh indikator teknis yang menunjukkan kenaikan harga yang terlalu cepat, ditambah likuiditas pasar yang tipis, yang memperburuk fluktuasi harga.
Meskipun penurunan pada hari Senin, baik emas maupun perak tetap berada di jalur untuk mencatatkan kinerja tahunan terbaik mereka sejak 1979. Kenaikan harga logam mulia ini didorong oleh pembelian bank sentral yang tinggi, arus masuk besar ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan kebijakan pemotongan suku bunga Federal Reserve AS yang dilakukan tiga kali berturut-turut. Pemangkasan suku bunga ini berfungsi sebagai pendorong utama bagi komoditas yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan perak.
Harga perak spot turun 0,5% menjadi $71,74 per ons pada pukul 7:15 pagi di Singapura, setelah mencapai rekor $84,01 pada sesi sebelumnya. Meskipun mengalami koreksi, perak tetap menunjukkan kinerja luar biasa sepanjang tahun ini, mengungguli banyak komoditas lainnya.
Emas juga sedikit naik 0,1% menjadi $4.336,86 pada saat yang sama. Namun, platinum dan paladium merosot setelah mengalami penurunan persentase dua digit pada hari Senin. Kedua logam ini menghadapi tekanan signifikan akibat aksi ambil untung yang mempengaruhi pasar logam mulia secara keseluruhan.
Indeks Spot Dolar Bloomberg mengakhiri sesi sebelumnya dengan sedikit perubahan. Sementara itu, pasar tetap menghadapi ketidakpastian terkait dengan dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter yang akan datang, yang bisa mempengaruhi arah harga logam mulia di bulan-bulan mendatang.(alg)
Sumber: Newsmaker.id