Minyak Melonjak Ditengah Menigkatnya Ketegangan di Timur Tengah
Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 5% pada Senin (1/6), diperdagangkan mendekati $93 per barel, menyusul laporan bahwa Iran akan menghentikan pertukaran dokumen dan pesan dengan AS terkait eskalasi militer Israel di Lebanon. Minyak Brent, sebagai acuan global, naik seiring kekhawatiran terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz, diperdagangkan di kisaran $96,10 per barel.
Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, tim negosiasi Iran menunda komunikasi dan pertukaran dokumen melalui mediator, menuduh Washington memberikan sinyal yang kontradiktif dan memperpanjang proses negosiasi. Meskipun begitu, Iran tetap berkomitmen untuk berinteraksi dengan AS, namun "dengan rasa tidak percaya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.
Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran pasar akan prospek kesepakatan perdamaian sementara, khususnya setelah bentrokan terbaru terjadi antara pasukan AS dan Iran dekat Selat Hormuz, jalur penting bagi 20% pasokan energi global.
Presiden Donald Trump tetap optimis, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran akan "berjalan dengan baik," meski ketegangan yang meningkat berpotensi mempengaruhi aliran minyak dan stabilitas pasar energi.
Investor kini memantau pergerakan harga energi dan kemungkinan dampaknya terhadap inflasi global, dengan Brent dan WTI bergerak volatil di tengah berita geopolitik dan negosiasi yang tersendat.(yds)
Sumber: newsmaker.id